Tampilkan postingan dengan label Kisah Sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Sahabat. Tampilkan semua postingan
0

Abbad bin Bisyr | Manisnya Iman

Cacak Rijal Rabu, 16 November 2011

Saat itu malam hari. Rasulullah SAW dan pasukannya berhenti di sebuah bukit. Mereka baru saja kembali dari perang Dzatur Riqa. Seperti biasa, Rasulullah SAW memberikan tugas jaga bergiliran. Abbad bin Bisyr dan Ammar bin Yasir menyatakan siap melaksanakan tugas itu. Keduanya adalah sahabat erat.

Dalam mengisi keheningan malamnya, Abbad bin Basyr menggunakan waktunya untuk ibadah, Sekejap kemudian ia pun larut dalam bacaan Al Qur'an yang ia baca dalam rangkaian shalat malamnya. Kehusyu'an shalat dan bacaan Al Qur'an berpadu dalam jiwanya.


0

Hidupnya Hanya Untuk Belajar, Berfikir, Dan Ibadah

Cacak Rijal Minggu, 13 November 2011

Jika kita melihat jauh ke empat belas abad yang lalu, maka akan nampak oleh kita sebuah majlis ta'lim di kota Mekah yang selalu dihadiri oleh ribuan orang. Di antara mereka ada para sahabat Rasulullah SAW dan juga para tabi'in. Sang penceramah adalah seorang tua yang sederhana namun kharismatik, dialah Abdullah bin Abbas RA (Ibnu Abbas) salah seorang diantara para tokoh ulama sahabat, dan dia pula yang dido'akan oleh Rasulullah SAW dengan do'anya yang khusus : "Allahumma faqqihhu fiddin wa 'allimhu ta'wil" (Ya Allah, dalamkanlah pengetahuannya dalam agama dan ajarilah ia ta'wil Qur'an).


0

Si Pincang Berjingkat ke Surga

Cacak Rijal Minggu, 23 Oktober 2011

"Ya Rasulullah, demi Allah, aku amat berharap kiranya dengan kepincanganku ini aku dapat merebut surga...!"

Begitu tutur Amr bin Jamuh suatu ketika. Sahabat Rasulullah itu memang dikaruniai kaki yang pincang. Namun, ungkapannya kepada Rasulullah itu menunjukkan luapan semangat jihad yang menggelora. Pernyataan yang ia ucapkan merupakan ekspresi keimanan yang telah merasuk dan menghujam kuat di dalam lubuk sanubari. Mendengarnya membuat kita dipaksa meraba sejauh mana realisasi keimanan yang telah kita ikrarkan. Jika si pincang saja ingin merebut surga dengan kepincangannya, tidakkah kita yang memiliki tubuh yang sempurna ingin meraih surga seperti dia.

Sebelum mengenal Islam, Amr bin Jamuh adalah seorang pemuja berhala. Namun hidayah Allah menyapa dan menghantarkannya menjadi seorang muslim yang sangat pemurah dan dermawan. Hingga seluruh harta kekayaannya diserahkannya untuk agama dan kawan-kawan seperjuangannya.


 
Website asli buatan cacak rijal (RL's)