Tampilkan postingan dengan label Kisah Rasulullah Muhammad SAW.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Rasulullah Muhammad SAW.. Tampilkan semua postingan
0

Pentingnya Mempelajari Kisah Rasulullah

Cacak Rijal Jumat, 28 Oktober 2011 ,

Kisah Rasulullah atau yang lebih sering diistilahkan dengan Sirah Nabawiyah adalah salah satu hal wajib yang perlu dipelajari seorang muslim selaku umat Nabi Muhammad.

Sirah Nabawiyah mencakup paparan kisah perjalanan hidup seorang Rasulullah Muhammad, semenjak beliau belum dilahirkan, setelah dilahirkan, sebelum dan setelah diangkat menjadi Rasul.

Catatan sejarah perjuangan panjang seorang revolusioner dunia yang menorehkan banyak kesan takjub di hati non muslim sekalipun.

Tak ada yang tak mengakui kehebatan perjuangan seorang Rasulullah Muhammad, pada kapasitasnya sebagai seorang pemimpin, Rasulullah Muhammad mampu menyatukan jazirah arab sebagai satu kesatuan kekuasaan di bawah kejayaan Islam kala itu.

Kenapa seorang muslim perlu mempelajari kisah Rasulullah? Berikut beberapa alasan logis yang dapat dijadikan jawaban untuk menjawab pertanyaan ini:


0

Dialog Rasulullah dengan Iblis.

Cacak Rijal Sabtu, 15 Oktober 2011

Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn Abbas r.a., ia berkata : " Kami bersama Rasululah SAW berada di rumah seorang sahabat dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba, ada yang memanggil dari luar : " Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, karena kalian membutuhkanku ". Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat :" Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu ?". Para sahabat menjawab , " Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui ". Rasulullah berkata : " Dia adalah Iblis yang terkutuk ? semoga Allah senantiasa melaknatnya". Umar bin Khattab r.a. berkata :" Ya, Rasulullah, apakah engkau mengijinkanku untuk membunuhnya?". Nabi SAW berkata pelan :" Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang tertunda kematiannya sampai waktu yang ditentukan [hari kiyamat]?. Sekarang silakan bukakan pintu untuknya, karena ia sedang diperintahkan Allah SWT. Fahamilah apa yang dia ucapkan dan dengarkan apa yang akan dia sampaikan kepada kalian ! ".

Ibnu Abbas berkata : " Maka dibukalah pintu, kemudian


0

Salah Satu Kisah Kesederhanaan Rasulullah saw.

Cacak Rijal Kamis, 13 Oktober 2011

Suatu hari 'Umar bin Khaththab r.a. menemui Nabi saw. di kamar beliau, lalu 'Umar mendapati beliau tengah berbaring di atas sebuah tikar usang yang pinggirnya telah digerogoti oleh kemiskinan (lapuk).

Tikar membekas di belikat beliau, bantal yang keras membekas di bawah kepala beliau, dan kulit samakan membekas di kepala beliau.

Di salah satu sudut kamar itu terdapat gandum sekitar satu gantang. Di bawah dinding terdapat qarzh (semacam tumbuhan untuk menyamak kulit).

Maka, air mata 'Umar bin Khaththab r.a. meleleh dan ia tidak kuasa menahan tangis karena iba dengan kondisi Nabi saw..

Lalu Nabi saw. bertanya sambil


0

Kisah Rasulullah dan Pengemis Buta

Cacak Rijal Selasa, 11 Oktober 2011

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya”.


0

Ketika Seorang Nabi Menjadi Panglima

Cacak Rijal Selasa, 04 Oktober 2011
Muhammad SAW. adalah rasul dan hamba Allah. Beliau merupakan peimpin dengan segala maknanya, pemimpin negara, pemimpin keluarga, sekaligus pemimpin militer. Dalam beberapa kesempatan, Nabi SAW. secara langsung memegang komando di medan jihad. Dengan gagah berani dan kecemerlangan strategi, Nabi SAW. memimpin satuan militer.


0

Ketika Rasulullah SAW. Dihianati

Cacak Rijal Sabtu, 17 September 2011
Salah satu tujuan Nabi Muhammad SAW. berhijrah ke Madinah adalah membangun tatanan masyarakat Islami. Setelah mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar, langkah yang ditempuh Nabi SAW. adalah mengatur hubungan dengan golongan non-muslim. Perhatian Nabi SAW. saat itu terpusat untuk menciptakan keamanan, kebahagiaan, kebaikan bagi semua manusia, dan mengatur kehidupan di Madinah dalam satu kesepakatan.

Untuk itu, Nabi SAW. menerapkan undang-undang yang luwes dan penuh tenggang rasa. Golongan non-muslim yang paling dekat dengan orang-orang muslim di Madinah adalah orang-orang Yahudi. Sekalipun memendam kebencian dan permusuhan, namun mereka tidak berani menampakkannya. Nabi SAW. menawarkan kepada mereka perjanjian yang intinya memberikan kebebasan menjalankan ibadah dan memutar kekayaan serta tidak boleh saling menyerang dan memusuhi.

Saling Berjanji Menjaga Madinah

Inilah butir-butir perjanjian tersebut:

 
Website asli buatan cacak rijal (RL's)