بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

0

Anomali Evolusi Makhluk Hidup

Cacak Rijal Senin, 07 November 2011

Setiap kali kita mendaki gunung dan menjelajahi hutan belantara, kita sedang menapaki jalan yang penuh dengan keajaiban. Jutaan keajaiban yang sanggup membuat kita tercengang, takjub, dan tunduk pada keagungan Allah. "Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah" (QS. Sajadah : 7)

Bumi tempat kita hidup berisi beragam kehidupan, yang mustahil itu hanya berasal dari satu organisme sebagaimana gagasan evolusi Charles Darwin. Pada 1842, Charles Darwin telah menyusun teorinya dan esai setebal 250 halaman yang baru selesai tahun 1844. Darwin sendiri menemui keragu-raguan atas teori yang diterbitkannya, juga pandangan dan anggapan negatif yang akan diterimanya dari kalangan ilmuwan maupun penganut kristen Victoria pada saat itu, namun ia tetap menerbitkan bukunya yang berjudul "The Origin of Species" dan "On The Origin of Species by Means of Natural Selection" pada tahun 1859. Menyusul buku berikutnya "The Origin of Man" yang diterbitkan tahun 1871. Buku-buku yang yang merupakan rangkaian gagasan evolusi makhluk hidup, yang kemudian dikenal sebagai "Teori Evolusi Darwin".


Mungkin saja masih muncul di benak kita satu pertanyaan "Apakah makhluk hidup itu benar-benar berevolusi?" Kemudian pertanyaan lain susul menyusul. "Dengan cara apa makhluk hidup itu berevolusi?" setelah makhluk hidup itu berevolusi dari spesies semula, akankah menjadi spesies yang lebih baik, lebih kuat, dan toleran seiring perubahan-perubahan bumi sekedar untuk menjadi pemenang dalam seleksi alam. Atau tetap menjadi spesies yang tidak lebih baik pada habitatnya yang lama.

Sampailah kita pada satu pertanyaan, "Mengapa kita (manusia) tidak juga berevolusi menjadi makhluk yang lain, yang lebih baik dan unggul. Atau memang spesies kita telah tetap dan tidak akan berevolusi. Bagaimana dengan saudara dekat kita, kera dan monyet. Ada orang utan di Sumatra dan Kalimantan, ada gorilla dan simpanse di Afrika, dan spesies-spesies bangsa primata yang lain di seluruh dunia. "Mengapa mereka setelah hidup di muka bumi selama ribuan tahun tidak juga berevolusi menjadi semacam manusia?"

Perkembangan asal-usul manusia menurut teori evolusi Darwin berlangsung dalam 4 gelombang perubahan. Pembagian ini berdasar atas temuan fosil-fosil yang tersebar di berbagai penjuru bumi. Padahal, fosil-fosil yang ditemukan oleh para ahli palentologi dalam keadaan yang tidak lengkap (tidak utuh). Penemuan itu hanya berupa gigi, potongan tulang rahang, bagian tulang tengkorak, dan ptotngan tulang tungkai yang kemudian direkonstruksi bentuknya masing-masing dengan perkiraan (hipotesa) imajinatif ke dalam wujud atau bentuk aslinya secara lengkap. Dari hasil rekayasa ini, mereka membagi manusia prasejarah dakam 4 kelompok. yaitu Australopithecus, Pithecantropus (Homo erectus), Neanthertal, dan Cro-Magnon, serta Homo sapiens (manusia sekarang).

Manusia, hewan, dan tumbuhan telah hidup di muka bumi selama jutaan tahun. Masing-masing menjadi saling ketergantungan satu sama lain dalam suatu sinergi kehidupan yang kompleks dan unik dan berlangsung terus menerus. Keragaman kehidupan yang takkan terpisahkan. Sangat kuat terintegrasi dalam ekosistem yang berbeda-beda. Ekosistem yang mendukung keberlanjutan keragaman spesies yang hidup dan berkembang biak. Ekosistem yang berisikan bermacam-macam spesies yang berbeda, dan tersusun atas ciri fisik yang berbeda pula. Fakta ini membuktikan secara garis besar bahwa setiap spesies itu unik dengan ciri mereka sendiri. Dipengaruhi oleh faktor genitas murni untuk hidup dan berkembang biak dalam ekosistem yang besar dan kompleks sesuai dengan kemampuan adaptasinya masing-masing.

Keragaman makhluk hidup sengaja diciptakan oeh Allah dalam rancangan yang tetap dan teratur dalam bentuk yang sempurna dan lengkap, kompleks, dan rumit. Semuanya diciptakan dalam proses yang seimbang dan akurat. "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu melihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi. Niscaya, pengelihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu yang cacat dan pengelihatanmu itupun dalam keadaan payah." (QS. Al Mulk : 3-4).

Sejak awal penciptaannya, setiap spesies memiliki ciri khusus, sehingga setiap spesies makhluk hidup dapat dibedakan dari yang lainnya. Demikian juga penciptaan manusia. Manusia diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang sempurna. Makhluk yang mulia dan terhormat. Dilengkapi dengan ilmu pengetahuan sebagai manifestasi dari akal dan pikiran serta budi pekerti selain hawa nafsu. Sehingga manusia sangatlah berbeda dengan hewan.

Dalam hal penciptaan langit dan bumi dan seluruh isinya yang bermacam-macam bukanlah hal yang sulit bagi Allah untuk mewujudkannya. "Sesungguhnya, bagiNya, apabila Dia menghendaki sesuatu cukuplah dengan berkata "jadi" maka terjadilah ia. Maka, maha suci Allah yang di tanganNya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepadanyaNya lah kamu dikembalikan." (QS Yasin : 82-83).

Maka, teori evolusi yang mengatakan bahwa manusia berasal dari semacam kera yang berjalan dengan empat kaki kemudian berevolusi akibat seleksi alam menjadi berjalan dengan dua kaki secara tegak, nyata-nyata bertentangan dengan ajaran Islam. Akhirnya kita harus berani menyangkal dan menolak dalam kesadaran yang tinggi dengan bekal keimanan kita kepada Allah.

Adalah kewajiban bagi kita sebagai umat muslim untuk terus belajar dan berkarya dan menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh sebagai bekal kehidupan di dunia dan akhirat. Semoga Allah membimbing kita kepada ilmu yang bermanfaat dan menjauhkan kita dari ilmu yang tidak bermanfaat dan dari keburukan ilmu yang bisa menjerumuskan kita ke dalam kesesatan yang nyata.

Baca juga posting di bawah ini





Poskan Komentar

 
Website asli buatan cacak rijal (RL's)